Jalan Sehat dalam rangka milad ke 105 Muhammadiyah

Ribuan warga Muhammadiyah Solo menggelar kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Milad ke-105 Muhammadiyah

17 Sekolah Muhammadiyah diSolo lanjutkan K-13

Sebanyak 17 dari 43 sekolah Muhammadiyah diSolo bakal melanjutkan implementasi kurikulum 2013

Anatri Desstya, ST.M.Pd(Guru SMK Muh.1) Juara III Pembelajaran Berbasis TIK Tingkat Kota Surakarta

Dari kiri ke kanan - DR. H. Tri Kuat, M.Pd(Ka. SMA Muh. 1) Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi Th. 2014 Tingkat Kota Surakarta - Danik Ary Widyanto, S.Pd(Guru SMP Muh. 1) Juara 1 Pembelajaran TIK Tingkat Kota Surakarta - Drs. H. Joko Riyanto, SH, MM, MH(Ketua Majelis Dikdasmen Surakarta - DR. H. Achmad Purnomo(Wakil Walikota Surakarta) - DR. Rahayuningsih, S.Pd(Guru SMK Muh. 4 Surakarta) Juara 1 Guru Berprestasi tahun 2014 Tingkat Surakarta

Pembekalan Korps Mubaligh Muhammadiyah Kota Surakarta

bertempat di Balai Muhammadiyah, Keprabon, PDM Surakarta melalui Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus mengadakan pembekalan menjelang Ramadhan bagi Korps Mubaligh Muhammadiyah se Kota Surakarta

Pengajian Di SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Para guru dan kepala sekolah Muhammadiyah di Surakarta mengikuti pengajian di SD Muhammadiyah 1 Surakarta serta penyerahan piagam kepada murid-murid yang berprestasi dari beberapa sekolah, yang juga di hadiri oleh Bapak Dahlan Rais.

Dari Kiri dan Kanan - Juara I Karya Ilmiah (Anatri Desstya) dan Juara Lomba Pidato (Natana Elselo Kristian)

MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-47 MAKASSAR

Rabu, 25 Maret 2015

PERNYATAAN SIKAP PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TENTANG ISLAMIC STATE OF IRAQ AND SYRIA (ISIS)


Mencermati keberadaan dan perkembangan gerakan Islamic State ol lraq and Syria (lSlS) baik di negara asalnya dan terutama di lndonesia, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpandangan bahwa dilihat dari konteks kelahirannya, lSlS merupakan gerakan politik radikal yang lahir sebagai reaksi atas situasi politik dalam negeri lrak dan Syria. lSlS bukanlah gerakan Islam, tetapi gerakan politik yang mengatasnamakan lslam untuk merebut kekuasaan politik di lrak dan Syiria. ISIS tidak ada hubungannya dengan persoalan politik di negara-negara lainnya, termasuk di Indonesia. Cita-cita mendirikan Khilafah lslam di bawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi tidak memiliki akar teologis, ideologis dan historis yang kuat berdasarkan Al-Qur'an,
Sunnah yang sahih, dan pendapat para ulama yang otoritatif. Menurut pandapat Imam Syaf'i dan lbnu Khaldun, setelah Khulafaur Rasyidin tidak ada lagi kekhalifahan di dalam Islam.
Walaupun rnenggunakan istilah "khalifah", pemerintahan yang dibentuk setelah masa Khulafaur Rasyidin pada hakikatnya adalah kerajaan atau kesultanan yang didirikan atas semangat ashabiyah keluarga dan suku, Karenanya bagi umat Islam tidak ada keniscayaan untuk mendirikan kekhalifahan lslam, lebih-lebih yang bersifat absolut, monolitik, dan menggunakan
cara-cara kekerasan.
Muhammadiyah sebagai gerakan dan organisasi lslam sejak awal kelahirannya aktif dalam perjuangan kemerdekan dan berkiprah dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI) yang diproklamasikan 17 Agustus 1945. Muhammadlyah sesuai Matan Keyakinan dan Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) serta Kristalisasi ldeologi dan Khittah gerakannya berpandangan bahwa. lndonesia sebagai Dar al-Salam, Dar al-Ahdi, Dar al-Syahadah, dan Dar al-Hadlarah yang sejiwa dan tidak bertentangan dengan lslam. Muhammadiyah mendukung sepenuhnya Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI) yang berdasarkan atas Pancasila dan Undang-qrdang Dasar 1945 untuk dibina dan dimakmurkan menjadi di Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, Yakni negeri yang maju, adil, rnakmur, bermartabat, dan berdaulat yang diridlai Allah Yang Maha.Kuasa sebagaimana cita-cita kemerdekaan yang diletakkan oleh para pendiri bangsa tahun 1945.
Berhubungan dengan pandangan tersebut, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap sebagai berikut:
            
1. Menolak gerakan dan faham lslamic State of Iraq and Syria (lSlS) di lndonesia karena bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai ajaran lslam. Cara-cara kekerasan yang dipergunakan lSlS untuk mencapai tujuan sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan perdamaian, kesantunan, dan keadaban, serta dapat membawa kemunduran bagi masa depan peradaban.
2. Muhammadiyah juga menolak gerakan dan faham lSlS karena bertentangan dengan prinsip idiologi yang terkandung dalam Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Khittah Muhammadiyah, Pedoman Hidup lslami Warga Muhammadiyah (PHIM). Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua, dan gagasan Indonesia Berkemajuan.
3. Gerakan lSlS yang bertujuan mendirikan kekhalifahan dan menolak Pancasila sebagai Dasar Negara jelas brtentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah dan pemerintah Daerah hendaknya menolak pendirian lSlS dan organisasi, perkumpulan dan yayasan yang tidak sesuai dengan Undang-undang. Aparatur Keamanan dan penegak Hukum hendaknya menindak tegas setiap perbuatan melanggar hukurn untuk menciptakan perdamaian dan menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat lndonesia.
4. Warga Muhammadiyah pada khususnya dan umat lslam pada umumnya hendaknya tidak terpengaruh oleh dan tidak memberi peluang bagi berkembangnya gagasan dan gerakan ISIS yang hanya akan memecah belah persatuan bangsa dan melemahkan ukhuwah lslamiah.
5. Pimpinan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah hendaknya mewaspadai setiap bentuk propaganda ISIS dengan melakukan usaha-usaha preventif melalui berbagai kegiatan pengkajian lslam yang luas dan mendalam sesuai faham Muhammadiyah, pembinaan dan peneguhan ideologi melalui Baitul Arqam, dan tetap berkhidmah mencurahkan lebih banyak energi untuk memajukan umat dan bangsa melaiui pendidtkan, pelayanan kesehatan, ekonomi, dan program-program kemanusiaan yang luhur.

Sumber : http://www.muhammadiyah.or.id

Tren Cincin Batu Akik dan Hukum Memakainya Menurut Islam

Memang sebuah kenyataan yang benar-benar nyata, bahwa dunia ini seperti roda berputar, trend cincin batu akik kadang kala surut tenggelam naik surut lagi tenggelam lagi sekarang naik lagi, itulah yang saya sebut dunia memang berputar, karena pelaku dan obyeknya sama, jadi perputaranya tidak jauh dari itu-itu saja, contohnya trend model baju, dulu kotak-kotak di tinggalkan, ganti trend model polos, dan sekarang kotak-kotak lagi seterusnya, begitu juga cincin batu akik pernah ngetrend pada era tahun 40-an 60-an 90-an sempat di tinggalkan dan sekarang lagi ngetrend lagi.

Nabi Sulaeman a.s. di dalam beberapa riwayat juga di sebutkan pernah memakai cincin batu akik, juga Nabi kita Nabi Muhamad SAW pernah memakai cincin batu akik, begitu juga dengan pendahulu-pendahulu kita banyak juga yang memakai cincin batu akik, intinya batu akik sudah di kenal semenjak zaman Pra Sejarah.

Islam memandang hal yang demikian mempunyai aturan sendiri, yaitu untuk laki-laki dilarang memakai cincin yang berbahan emas, adapun cincin yang berbahan dari jenis lain, islam memperbolehkanya selama tidak bertentangan dengan syari'at islam.

Memakai cincin batu akik sebetulnya sangat berpotensi sekali tergelincir dalam hal aqidah dan keyakinan, orang yang memakai batu akik menganggapnya, batu akik adalah sesuatu yang sangat di senangi bahkan di kagumi apalagi kalau batu itu tersebut berharga sangat mahal dan biasanya orang akan selalu cenderung menganggap bahwa batu itu mempunyai keistimewaan, bukan saja harganya yang mahal, jenis batu yang langka, apalagi didapatkan dari suatu tempat yang keramat, dan pada ujung-ujungnya batu adalah lebih dari segala-galanya.

Nah teman-teman Median Ngaji, kalau batu aKik sudah di anggap paling hebat dan segala-galanya, besar atau kecil aqidah orang tersebut, menjadi ternodai, yaitu menduakan Tuhan atau yang lebih di kenal dengan Musyrik (menyekutukan Allah).

Barangkali untuk jaman sekarang, Musyrik-musyrik yang besar atau musyrik yang nyata misalnya, menyembah pohon, patung, dan lain sebagainya. sudah tidak ada lagi, tapi harus tetap diwaspadai bahwa kemusyrikan bukan hanya itu saja, banyak sekali kemusyrikan yang beranak pinak, contohnya, musyrik terhadap harta, istri, anak, batu aKik, mobil dan lain sebagainya atau yang mementingkan keduniawian ketimbang yang menciptakan dunia ini tersebut.

Semua jenis batu sama, hanyalah sebuah batu yang tidak ada kekuatan sedikitpun kecuali hanya kepada Allah lah kita berlindung.

"Ada suatu kisah" Ada seseorang yang sangat mengagumi keris dan dianggapnya sebagai penolongnya, kemana-mana keris itu selalu di bawanya, dan orang tersebut bukan hanya sekadar suka terhadap keris tersebut, melainkan dia mempercayai bahwa keris itu adalah sebagai penolongnya ketika dalam kesulitan bahkan dalam segala hal. suatu ketika orang tersebut, pergi berlayar mengarungi samudra lautan, dan kapal layar yang ia tumpangi menabrak karang bebatuan, dan akhirnya hancurlah kapal tersebut berkeping-keping, dan juga penumpangnya berhamburan kemana-mana lepas dari perahunya. Orang yang kemana-mana selalu membawa keris, "butuh pertolongan" ternyata keris yang selama ini dia bawa kemanapun, ternyata sama sekali tidak bisa menolongnya, bahkan dia sadar pada saat itu, dia tidak butuh di tolong dengan uang yang banyak, mobil yang mewah, apalagi batu akik ataupun keris, namun yang dia butuhkan pada saat itu hanyalah Ban Dalam mobil untuk bisa membawanya ke tepian.

Cukup sekian artikel saya hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.

Sumber : http://www.mediangaji.com

Minggu, 22 Maret 2015

Pelatihan Penskoran Konversi dan Panduan Analisis Soal Ujian Akhir Sekolah

Sabtu,14 Maret 2015.
Pelatihan Penskoran Konversi dan Panduan Analisis Soal Ujian Akhir Sekolah dilaksanakan di Aula Balai Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Surakarta Lantai 2, dengan Narasumber Bp. Drs. H. Nurhadi Thohir, Bp. Drs. H. Supraptono, M.Pd dan Bp. Drs. H. Muqorobin yang di ikuti oleh guru – guru peserta dari perwakilan dari masing-masing sekolah muhammadiyah Se Soloraya, bahkan ada juga peserta yang ikut dari luar kota, seperti Sragen

Jumat, 27 Februari 2015

Muhammadiyah Gandeng ICW Resmikan Madrasah Antikorupsi

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerjasama dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) mendirikan madrasah antikorupsi. Peresmian madrasah dilakukan pada Minggu 8 Februari 2015.

Tujuan pendirian madrasah tersebut, mendukung pemberantasan korupsi di Tanah Air yang saat ini masuk tahap gawat darurat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (9/2/2015), di madrasah tersebut, nantinya anak-anak diajarkan memulai bersih dalam hal apapun dan belajar untuk tidak korupsi.

Madrasah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga pemberantas korupsi yang bisa diandalkan.

Dalam acara peresmian madrasah antikorupsi ini dideklarasikan Gerakan Berjamaah Melawan Korupsi. (Dan/Mvi)

Sumber : www.liputan6.com

Kamis, 26 Februari 2015

Din Syamsuddin Menolak Maju Lagi Jadi Calon Ketua PP Muhammadiyah

Liputan6.com, Surabaya - Din Syamsuddin memastikan diri tak akan maju lagi sebagai calon Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Muktamar ke-47 yang akan diselenggarakan 3-8 Agustus 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Saya sudah menyatakan sikap pribadi untuk tidak bersedia mencalonkan diri dengan tidak mengembalikan formulir," ujar dia di Kantor PW Muhammadiyah Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2015).

Sesuai Anggaran Dasar PP Muhammadiyah, ketua umum yang sudah 2 periode berturut-turut menjabat maka tidak diperbolehkan menduduki posisi yang sama di periode berikutnya.

Namun, kata dia, untuk posisi lain seperti satu di antara 13 Ketua PP Muhammadiyah, sekretaris dan bendahara, diperbolehkan jika ada anggota Tanwir yang mencalonkan.

"Alhamdulillah, masih ada yang mencalonkannya saya sebagai ketua. Awalnya memang dilema, tapi setelah istikharah, saya tetapkan tidak maju meski 3 kali surat peringatan pengembalian formulir dari panitia pemilihan turun," tutur Din.

Kendati tidak duduk di posisi struktural PP Muhammadiyah, tokoh kelahiran Sumbawa tersebut menegaskan tetap mengabdi sebagai ketua pimpinan cabang Muhammadiyah di salah satu kecamatan di Cilandak, Jakarta Selatan.

"Kebetulan saya tinggal di sana dan tercatat sebagai salah satu pemrakarsa pendirian PCM baru. Saya akan mengabdi di sana dan mengajukan sebagai calon ketua, itu pun kalau saya terpilih dalam musyawarah cabang," kata dia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tersebut bahkan menyarankan kepada pimpinan-pimpinan Muhammadiyah saat ini untuk melakukan penyegaran kepemimpinan dan memberi kesempatan kader-kader potensial maju sebagai pengurus PP.

Menurut dia, ormas Islam terbesar kedua di Indonesia itu memiliki banyak tokoh yang mampu berjuang dan berdakwah, namun belum memiliki kesempatan.

"Kalau mau dinamis, dari 13 ketua sekarang, seperdua di antaranya diganti oleh kader baru dan seperdua lainnya tetap pengurus lama. Ibaratnya, berbagi berjuang dan berdakwah lewat Muhammadiyah," ucap Din. (Ant/Ado)

Sumber :  (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Minggu, 18 Januari 2015

MTCC: Muhammadiyah akan Terus Berjihad Melawan Rokok


Solopos.com, JAKARTA  - Muhammadiyah akan terus berjihad melawan rokok. Pernyataan itu diungkapkan Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Erwin Santosa, Kamis (15/1/2015).
“Kami jihad melawan rokok. Ini kami mulai dari internal kami dan telah terwakili oleh 23 majelis dan organisasi otonom lewat deklarasi Muhammadiyah Tobacco Control Framework/MTCF,” kata Erwin di kantor Dana Pensiun Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta.
Dia mengatakan langkah selanjutnya meneruskan semangat jihad itu menuju akar rumput atau anggota Muhammadiyah. Terlebih kini semangat melawan rokok itu sudah terwakili para pimpinan dari majelis dan organisasi ortonom Muhammadiyah dengan momentum deklarasi Kerangka Kerja Muhammadiyah dalam Pengendalian Produk Tembakau atau MTCF.
Kesehatan, kata dia, merupakan salah satu hal yang penting dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk itu, melawan rokok sama dengan memberdayakan potensi masyarakat. Sebaliknya, jika rokok terus dibiarkan beredar bebas maka akan memengaruhi tujuan Muhammadiyah dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan cerdas.
Terkait jihad lawan rokok, Erwin mengatakan sepekan lalu Forum Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT) dari Muhammadiyah memenangi gugatan Tim Pembela Kretek dari Sleman, Yogyakarta.
Gugatan itu dilayangkan kepada Muhammadiyah karena dianggap mengancam para petani tembakau.
Nama “Jogja Sehat Tanpa Tembakau”, kata dia, sama sekali tidak mengandung makna tanaman tembakau adalah tanaman yang tidak bermanfaat.
JSTT sendiri tidak memiliki kegiatan yang berkaitan dengan tanaman dan petani tembakau. Namun JSTT melakukan kegiatan yang lebih bersifat memberikan advokasi pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan.
Erwin juga mengatakan jika upaya Muhammadiyah lewat MTCF tidak hanya bergerak di internal organisasi saja, tapi juga ke luar.
“Kami telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk terus mendukung mereka dalam mendorong pemerintah dalam ratifikasi Indonesia untuk Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC),” kata dia.
FCTC sendiri hingga kini belum kunjung diratifikasi oleh Indonesia bersama delapan negara lain bersama Andorra, Republik Dominika, Eritrea, Liechtensein, Malawi, Monaco, Somalia dan Sudan Selatan.
“Kita hanya akan jadi pasar impor rokok jika FCTC tidak kunjung kita ratifikasi,” kata dia.
Sementara itu, 180 negara telah menandatangani FCTC yang merupakan bagian dari progam Badan Kesehatan Dunia Persatuan Bangsa-Bangsa (WHO PBB).
FCTC merupakan sebuah kerangka kerja yang mendorong negara-negara di dunia untuk memprioritaskan hak perlindungan kesehatan masyarakat, mengatur dan mengendalikan penggunaan produk-produk tembakau termasuk dampak produksi rokok oleh perusahaan rokok.

Sumber : www.solopos.com






Rabu, 07 Januari 2015

KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN, 17 Sekolah Muhammadiyah Solo Lanjutkan K-13


Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah kepala sekolah, guru, karyawan bersama dengan komite sekolah
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo, Djoko Riyanto, mengatakan keputusan tersebut berada di luar kewenangan majelis, lantaran tidak ada arahan atau paksaan untuk melaksanakan kurikulum tertentu.

“Majelis tidak mendikte harus Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2006 [Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)]. Sekolah memutuskan sendiri tanpa ada campur tangan dari majelis. Mereka menilai kemampuan diri sendiri,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (4/1).

Djoko menyampaikan 17 sekolah itu terdiri dari berbagai jenjang. Sekolah-sekolah tersebut tak seluruhnya sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester. Sebagian baru menjalankan kurikulum itu pada semester pertama tahun ini.

Kendati demikian, seluruh sekolah tetap mengirimkan surat pertanyaan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Solo. “Sekolah yang tetap berlanjut menggunakan Kurikulum 2013 maupun kembali ke KTSP harus tetap mengirimkan surat. Informasi tersebut akan dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” paparnya.

Majelis tetap mengawal implementasi kurikulum tersebut hingga penerapannya secara serentak dan total pada paling lambat 2020 mendatang. Djoko juga menyampaikan sekolah Islam di bawah Kementerian Agama (Kemenag) tetap melanjutkan implementasi Kurikulum 2013.

“MI, MTSn, dan MAN sepertinya tetap menggunakan Kurikulum 2013 sesuai arahan Kemenag,” tandasnya.


Sumber : www.solopos.com

.